BISA MENYALA DI DALAM GELAP

Kupu-kupu "Glow in The Dark"

Bagi pencinta kupu-kupu, Anda bisa memiliki dan menikmati keindahan sayapnya setiap saat. Kupu-kupu ini pun tak akan mati. Hal ini berkat kerajinan kupu-kupu yang terbuat dari bulu itik dan daun sirsak. Siapa sangka, kerajinan home made ini telah menembus pasar mancanegara.

Keindahan kupu-kupu telah banyak memberi inspirasi bagi banyak orang. Tidak hanya lagu anak, tapi juga menjadi kerajinan tangan yang cantik. Nah, kini Anda pun dapat menikmati keindahannya di gorden, kulkas, cermin, atau kaca mobil. Kerajinan kupu-kupu yang seindah aslinya ini dibuat dengan menggunakan bulu itik.

Salah satu yang memulai binis kerajinan kupu-kupu ini adalah Efrananta Junius Ginting (29) yang memberi gerai bernama Hübsch. Dengan memanfaatkan bulu itik, terciptalah “kupu-kupu” yang seindah aslinya. Dua tahun lalu, ujar pria yang akrab disapa Anta ini, ada perajin yang datang ke gerainya yang ada di ITC Cempaka Mas, Jakarta Pusat. Sang perajin menawarkan kerajinan kupu-kupu dari bulu itik.

Anda ingin membandingkan dengan kupu-kupu asli dengan kerajinan ini? Anda bisa Klik Disini

Origami…

origami bangau

Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.

Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula sejak kertas diperkenalkan pada abad pertama di zaman Tiongkok kuno pada tahun 105 Masehi oleh Ts’ai Lun.

Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal dari Tiongkok adalah tongkang (jung) dan kotak.

Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.

Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.

Kesenian Indonesia

Ukiran

Banyaknya wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta membuat industri kerajinan lokal tumbuh pesat sehingga Jogja juga sering disebut sebagai “surga barang kerajinan”. Jelajahi koleksi ribuan handicraft dan furniture dari Jogja.

Indonesia dikenal sebagai penghasil produk kerajinan tangan yang sangat bermutu tinggi namun dengan harga yang murah. Begitu juga produk yang berasal dari Pulau Bali. Berbagai produk kerajinan tangan seperti tas, batik, kalung dsb. sudah sangat terkenal diluar negeri dan didalam negeri.

Di Indonesia, Yogya dan Bali merupakan penghasil kerajinan tangan terbaik di Indonesia. Keduanya dikenal memiliki produk khas yang dihasilkan dengan mutu yang sangat tinggi. Produsen kerajinan tangan dari Yogya dan Bali adalah yang terbaik di Indonesia.

Kerajinanan Kain Flanel

Hiasan Kain Flanel

Mmmmm…mungkin artikel mengenai kain flanel sudah ada. Tapi itu artikel asli mengetengahkan apa si sebenernya kain flanel itu. Artikel kali ini beda.

Kali ini flanelQ ingin menceritakan berita baru…

Oleh karena banyaknya pertanyaan juga permintaan mengenai bahan2 dan alat membuat kreasi unik dari kain flanel, maka flanelQ mulai saat ini menyediakan bahan2 dan alat2 untuk membuat kreasi dari kain flanel untuk para penggemar produk kerajinan tangan dari kain flanel semua…Yuppp….mulai saat ini, Anda semuanya bisa berbelanja bahan2 dan alat untuk membuat kreasi dari kain flanel di flanelQ… Dari kain flanel yang beraneka warna…sampai mata boneka..

Adapun bahan2 untuk membuat kreasi dari kain flanel yang tersedia di flanelQ antara lain :

1. Kain flanel [warna gradasi merah, kuning, hijau, biru, coklat, ungu, hitam, putih],

2. Benang sulam [warna juga senada dengan warna kain flanel],

3. Dakron,

Sedangkan alat2 yg digunakan untuk membuat kreasi unik dari kain flanel, antara lain :

1. Lem tembak,

2. Isi lem tembak,

3. Jarum jahit,

Pernak pernik yang dibutuhkan untuk menghias dan melengkapi kreasi dari kain flanel, antara lain :

1. Mata boneka,

2. Gantungan kunci,

3. Gantungan HP,

4. Tempelan kaca,

5. Tali kur,

6. Kancing,

7. Renda,

8. Aplikasi mainan lainnya…

So, mulai sekarang bagi Anda para penggemar produk kerajinan dari kain flanel, Anda bisa berkreasi flanel sendiri dirumah dengan membeli bahan2 dan alat2 untuk membuat kreasi flanel di flanelQ…

Silakan memesan bahan2 dan alat2 membuat kreasi dari kain flanel yang Anda butuhkan untuk mulai mengkreasikan ide Anda dengan kain flanel yang unik ini…

Batik Pesisir

Batik Pesisir

Batik Pesisir adalah salah satu motif batik tulis khas Pekalongan yang telah dikembangkan dan mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan perkembangan dan permintaan konsumen. Pengrajin Batik Pesisir terkonsentrasi didesa Kemplong, Wiradesa, tepatnya belok kanan (dari arah Jakarta) dipersimpangan Wiradesa.

Proses pembuatan Batik Pesisir bervariasi, berkisar antara 1 sampai 6 bulan, tergantung pada tingkat kesulitan dan kompleksnya komposisi warna. Hargapun bervariasi antara Rp 1 juta sampai Rp 6 Juta.

Atas kebaikan sdr Taufik Hidayat, Koordinator Pemasaran batik dari Toko/Butik Batik “Failasuf”, saya mengunjungi sentra pengrajin Batik Pesisir didesa-Kemplong.

Proses pembuatan batik dimulai dengan bahan baku. Bahan baku yang dipergunakan untuk membuat Batik Pesisir ada 2, yaitu: Mori Katun – Rayon (Polyester) – Sutra.

Bahan baku ini dicuci dengan memasukkan bahan-bahan tersebut kedalam tungku air panas, untuk menghilangkan bahan-bahan kimia (auxillaries) yang dipergunakan oleh pabrik pembuat bahan tersebut.

Berkreasi dengan Paper Quilling

Hand Made

Paper Quilling atau paper filigree sangat terkenal di Eropa pada abad ke-1 8 dan sempat menjadi kerajinan tangan yang populer di sana. Ini adalah seni menggulung kertas untuk dijadikan aneka hiasan atau membuat aneka miniatur binatang serta benda Iainnya. Kertas yang dipakai adalah jenis HVS dan karton yang tipis. Alat yang dipakai pun hanya tusuk gigi, cutter, dan lem. Beberapa bahan tambahan Iainnya, seperti mata mainan, pita, renda, dan lain-Iainnya dipakai sesuai dengan desain yang dibuat.

Benda-benda yang dibuat dari paper quisling sangat indah dan mengesankan. Terutama pada bentuk-bentuk hewan yang jenaka dan imut. Detailnya mengingatkan kita pada tokoh-tokoh kartun yang lucu.

Paper Quilling’, Usaha Rumahan Tanpa Harus Dapat Tekanan Bos

LEMBANG (KotaInter.Net) – Bermula dari ketertarikan dengan cara pembuatannya, Lasmini kini menjadikan seni menggulung kertas atau paper quilling sebagai penghasilan. Paper quilling yang dulu biasa dipakai mendekor di buku, di tangan Lasmini dibuat dalam beberapa bentuk karakter dan unik. “Biasanya yang memesan itu tentang karakter pribadi,” kata Lasmini di rumahnya di kawasan Lembang, Jawa Barat, baru-baru ini.

Lasmini mengatakan, sebenarnya ada bahan khusus untuk membuat paper quilling. Namun, ia mencoba mengaplikasikan dengan bahan lain, seperti majalah bekas dan karton. “Dari koran juga bisa,” ucap Lasmini.

Untuk membuat sebuah karakter, tahap awal adalah memilih bahan untuk kemudian dipotong-potong. Pilih warna sesuai karakter yang akan dibuat. Setelah dipotong-potong, kertas digulung dan ukurannya berbeda. Untuk bentuk kepala, biasa dibuat besar. Sedangkan untuk tangan dan kaki dibuat kecil-kecil

Kertas-kertas yang sudah digulung itu kemudian dirangkai. “Dipasang mulai dari, kaki, tangan, dan seterusnya,” ujar Lasmini. “Tempelkan aksesoris yang diperlukan.”

Berbagai karakter musisi terkenal pernah ia buat, di antaranya Mitha The Virgin. “Meski tak terlalu mirip, tapi (saya) ambil karakter yang ada di dirinya,” kata Lasmini. “Misalnya gitar, kalung, dan rambutnya.”

Menurut Lasmini, faktor kesulitan untuk membuat satu paper quilling ada di kreativitasnya. “Kita harus jeli dan teliti untuk setiap karakter orang yang memesan bonekanya kepada kami,” tutur Lasmini.

Lasmini mengaku sudah memasarkan karya-karyanya ke seluruh daerah di Indonesia. “Cuma Papua dan Sulawesi yang belum,” ujar Lasmini. Ia memasarkan karya-karyanya lewat internet atau jejaring sosial facebook. Pangsa pasarnya adalah anak dan dewasa. “Bahkan, orangtua juga suka,” ujar Lasmini.

Punya Bisnis Sendiri, Siapa Takut?
Senangnya bisa menjalankan usaha sendiri tanpa ada tekanan dari seorang bos. Ketahuan lagi. Sang Ibu kembali memergoki kamar Gita Rachmaningtias (23 tahun) berantakan. Kain flanel, bahan hama beads, jarum, benang, beading, pensil, kertas, dan barang lainnya berserakan. “Seperti kapal pecah memang,” ceritanya sambil tertawa. Biar begitu, kekacauan itu selalu terulang. “Ibu sampai bosan dan menyuruh saya agar berhenti membuat kerajinan,” katanya.

Keadaan ini berlangsung hampir setiap hari hingga Gita menamatkan pendidikannya di Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran, Bandung. “Daripada menganggur, sambil menunggu panggilan kerja, saya iseng membuat kerajinan tangan,” katanya. Sejak kecil, Gita memang senang berkreasi dengan kertas ataupun barang-barang bekas. “Dulu saya sering sekali mengumpulkan kotak kosong bekas, saya lalu menyulap kotak itu menjadi barang-barang lucu,” katanya.

Kebiasaannya itu malah membuatnya mendapatkan julukan baru di rumah Pemulung. “Tapi saya tidak peduli, saya terus melakukannya,” ujar Gita kembali tertawa. Keterampilan itu terus berlanjut hingga Gita duduk di bangku SMA. Berkat sebuah buku soal paper quilling atau seni menggulung kertas, Gita berhasil menjual sejumlah kartu ucapan pada teman-temannya. “Lalu saya berhenti membuat kartu karena masuk kuliah, meskipun ada juga teman yang meminta saya membuat kartu untuk mereka,” katanya.

Order kembali datang padanya pada akhir 2008 lalu dari seorang teman. Kali ini Gita tidak menolak. “Saya kerjakan permintaan membuat sekitar 20 kartu ucapan. Sejak itu saya mulai membuat kerajinan lagi,” ujarnya. Malah, setelah lulus kuliah Gita mulai serius membuat karya dan melabelinya dengan nama “Bengkel Bikin-Bikin.

Ketika memutuskan untuk serius dengan kerajinan, bukanlah hal yang gampang. Tantangan justru berasal dari keluarga. “Ibu tidak setuju. Dia tetap berpikir agar saya mencari pekerjaan tetap di kantoran,” katanya. Namun, Gita percaya bahwa usahanya ini tidak akan sia-sia. Dia membuktikannya, setelah sibuk memperkenalkan barang dagangannya di Facebook dan kepada teman-teman dekatnya, order mengalir deras. Dalam sebulan, Gita bisa menghasilkan keuntungan kotor hingga Rp 2,5 juta. “Saya senang karena bisa menghasilkan uang sendiri,” ujarnya.

Pengalaman serupa juga dialami oleh Linda Sari (24). Awalnya, ketika masih tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB), Linda tertarik pada sebuah buku yang membahas cara membuat kerajinan tangan dari bahan flanel. “Saya lalu membeli buku itu,” katanya.

Sejak itulah Linda memulai usahanya. “Awalnya saya membuat kerajinan tersebut hanya untuk koleksi pribadi, tapi ternyata banyak teman yang suka karya saya,” ujarnya. Tidak lama, permintaan untuk membuatkan boneka flanel terus berdatangan. Setelah lulus kuliah, baru Linda memutuskan untuk serius pada pekerjaan tersebut. Kerajinan tangan yang dibuatnya diberi label Ndandut Flanel. Berbeda dengan Gita, niat Linda untuk serius dalam menjalankan usaha tersebut mendapatkan dukungan keluarga sejak awal. “Saya dibantu oleh adik dalam memenuhi pesanan yang datang,” ujar Linda.

Linda dan Gita sangat puas bisa menghasilkan uang dengan berwirausaha. Mereka bisa menjalankan usahanya sendiri tanpa ada tekanan dari atasan atau seorang bos. Memberikan lapangan kerja baru untuk mereka adalah cita-cita dan kepuasan tersendiri bagi Linda dan Gita.



Paper Quilling

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.